JAKARTA – Sekretaris Jenderal  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ainun Na’im menerima kunjungan studi banding delegasi Kenya yang dipimpin oleh Rektor National Defense College (NDC) Kenya, A.K Mulata dan didampingi oleh pejabat NDC dan perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Iptek Kenya dengan jumlah delegasi sebanyak 6 (enam) orang. Kunjungan studi banding tersebut dilaksanakan di Gedung Dikti Senayan Jakarta, Selasa (10/5/2016), sekitar pukul 14.00 WIB.

Pada sambutannya, A.K Mulata menyampaikan bahwa kunjungan studi banding ini membawa misi yang cukup besar yaitu mempelajari mekanisme sistem pendidikan Universitas Pertahanan Indonesia. Selain itu delegasi Kenya juga ingin menggali pengalaman dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan Universitas Pertahanan tersebut.

Indonesia di nilai dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan yang baik untuk Kenya mengingat peran penting Indonesia di dunia global.

 “Kami sudah memiliki institusi pertahanan yang sudah berjalan selama 20 tahun di Kenya dan kini sudah saatnya untuk meningkatkan dan membangun universitas pertahanan di Kenya, dimana Indonesia dapat menjadi benchmark untuk kami” ujar A.K. Mulata.

Ainun Na’im menyambut positif rencana strategis yang akan dilakukan oleh Kenya untuk mengembangkan NDC menjadi Universitas. Pada kesempatan tersebut, Ainun Na’im menyampaikan peran utama Kemenristekdikti sebagai pembuat kebijakan bidang Iptek dan Pendidikan Tinggi di Indonesia.

“Pembuatan kebijakan tersebut didasarkan kepada 7+1 bidang fokus riset utama di Indonesia. Pertahanan adalah salah satunya, sama halnya dengan pemerintah Kenya, pertahanan dipandang sebagai bidang penting bagi pembangunan Indonesia”, terangnya.

Menanggapi pertanyaan dari delegasi Kenya tentang bagaimana Indonesia membangun Universitas Pertahanan Indonesia, Ainun Na’im menjelaskan bahwa Kemristekdikti berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan. Sesuai fungsinya, Kemenristekdikti berperan dalam mengatur penerapan standar akedemik dan kelembagaan, sementara itu Kementerian Pertahanan menentukan program studi yang disesuaikan dengan bidang pertahanan. Dengan pengelolaan dan pengembangan tersebut diharapkan proses pendidikan bidang pertahanan mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dengan landasan sipil maupun militer.

Selanjutnya delegasi Kenya juga mendapatkan informasi terkait regulasi yang diterapkan dalam  sistem pemberian gelar profesional, sistem akreditasi program studi dan universitas, sistem penjaminan mutu serta sistem monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Kemristekdikti bagi universitas-universitas di Indonesia.

“Hasil yang kami dapat hari ini akan kami bawa pulang ke Kenya, dan kami akan membangun Universitas Pertahanan kami”, ujar Mulata.

Pada akhir pertemuan, Ainun Na’im berharap agar pertemuan ini dapat membawa dampak positif untuk perkembangan universitas pertahanan di Kenya dan dapat meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Kenya di masa mendatang, terutama di bidang pendidikan tinggi.

Turut mendampingi Ainun Na’im pada pertemuan ini adalah Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada Marsudi dan perwakilan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. (nna/bkkp)

 KENYA LEARNED FROM INDONESIA HOW TO DEVELOP DEFENCE UNIVERSITY

JAKARTA – Secretary General for the Ministry of Research, Technology, and Higher Education (MoRTHE), Ainun Na’im received a benchmarking visit from Kenya which was led by Rector for National Defense College (NDC) of the Republic of Kenya, and accompanied by NDC officials and representatives from the Ministry of Education, Science, and Technology of Kenya. A.K Mulata. Ainun Na’im was accompanied by the Head for Bureu of Cooperation and Public Communication, Nada Marsudi, and representatives from the Directorate General of Learning and Student Affairs. This visit was conducted at the Dikti Building, Senayan, Jakarta, Tuesday (10/5/2016).

A.K Mulata coveyed that this visit brings a great mission. Kenya is really keen to learn the education system mechanism of Indonesia Defense University. Moreover, this visit was intended to explore the experiences and challenges faced by Indonesia, regarding on how to exercise a good management system on Indonesia Defense University.

Kenya sees Indonesia having a good experience and knowledge, considering the important role of Indonesia in global world. “We already have a defense institution which has been running for 20 years in Kenya and now it is time to improve and build a defense university in Kenya, where Indonesia can be a model for us” said Mulata.

Ainun Na’im responded positively the strategic plan that will be carried out by Kenya to develop NDC to become a university. On the occasion, Ainun Na’im delivered the main role of the MoRTHE as a policy maker on science, technology and higher education in Indonesia. “Those activities based on the 7+1 priority research focus areas in Indonesia. Defense is one of them, similar with the Government of Kenya, the defense is seen as an important area for the development of Indonesia”, he explained.

Responding the questions from Kenya’s delegation about how Indonesia build the Defense University, Ainun Na’im explained that MoRTHE is collaborating with the Ministry of Defense. According to its role, MoRTHE has responsibility to determine the standard academic implementation and institutional regulation, while the Ministry of Defense determines the course that match to the field of defense. Through that management and development system, the educational process is expected to create superior human resource both on the basis of civilian and military.

Furthermore, the delegation of Kenya also obtained the information related to the regulation which is adopted in the granting system of professional degree, the accreditation system of for program study and universities, the quality assurance system, and the monitoring and evaluating system that conducted by MoRTHE on Indonesian Universities. “We will we take home the result that we got today, and we will build our Defense University.” Said Brigadier Mulata.

At the end of meeting, Ainun Na’im hoped this discussion could bring a positive impact for the development of Defense University in Kenya and may increase bilateral relations between Indonesia and Kenya in the future, especially in the field of higher education. (bkkp)