PIH UNAIR – Keunggulan sivitas akademika Universitas Airlangga di bidang kesehatan dan sosial selalu berhasil menarik minat peneliti dari universitas di luar negeri untuk menjalin kolaborasi. Pada hari ini, Senin (8/5), pimpinan kerjasama akademik Universitas Hull, Inggris, berkunjung ke UNAIR untuk membicarakan potensi kerjasama dengan pimpinan UNAIR.

Wakil Rektor bidang Kerjasama Akademik dan Publikasi Prof. Amin Alamsjah, Ketua International Office Partnership Dian Ekowati, Ph.D., dan beserta perwakilan unit kerja menyambut empat orang delegasi asal Universitas Hull.

Keempatnya adalah Direktur Kerjasama Akademik Andrew J. Abbot, Manajer Kerjasama Internasional Caroline M. Michel, Associate Dean International Lynne Barrow, dan Manajer Internasional British Council Audrie Sanova.

Dalam pertemuan tersebut, Amin memaparkan keunggulan Universitas, di antaranya adalah UNAIR menempati posisi keempat terbaik perguruan tinggi di Indonesia, keunggulan penelitian di bidang penyakit tropis dan stem cell. Selain di bidang penelitian, Wakil Rektor III UNAIR itu juga menjelaskan tentang kerjasama-kerjasama yang sedang dijalin oleh luar dengan UNAIR.

“Kami juga menjalin kerjasama-kerjasama dengan peneliti dari Jepang, Belanda, hingga Amerika Serikat,” terang Amin.

Delegasi Fakultas Kedokteran, dokter Kristanti Wanito Wigati, berharap agar fakultasnya bisa bermitra dengan Universitas Hull. Kristanti menyampaikan, bahwa salah satu penelitian yang unggul di FK adalah adalah penyakit tropis dan stem cell. Selain bidang penelitian, sivitas akademika FK dan mitra juga kerap mengikuti program pertukaran mahasiswa dan dosen.

“Kami juga secara rutin mengadakan workshop anatomi yang didukung dengan peralatan laboratorium yang memadai,” tutur Kristanti.

Selain kedokteran, ada pula unit lainnya yang potensial untuk menjalin kerjasama dengan Universitas Hull. Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat, Ira Nurmala, Ph.D., dalam diskusi tersebut menyebutkan bahwa ada sejumlah kesamaan yang dimiliki FKM UNAIR dan Universitas Hull.

“Di sana perilaku organisasi menjadi kelompok pembelajaran tersendiri, tetapi jika di sini masuk dalam departemen promosi kesehatan,” kata Ira. Selain itu, ia pun berharap agar pihak FKM UNAIR dan Hull bisa saling mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar.

Salah satu delegasi Universitas Hull, Andrew, mengatakan pihaknya begitu tertarik untuk menjalin kolaborasi secara resmi dengan UNAIR. Reputasi akademik dan penelitian UNAIR yang unggul di Indonesia menjadi alasannya untuk melebarkan kolaborasi akademik ke negara-negara di Asia Tenggara.

Di akhir pertemuan, potensi-potensi akademik yang bisa dikolaborasikan kedua belah pihak antara lain pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset untuk menghasilkan publikasi. (PIH UNAIR)