SOLO – “Dewan Riset Nasional (DRN) itu penting bagi Bangsa Indonesia”, demikian yang ditegaskan Presiden RI ke 3 B.J. Habibie saat menjadi pembicara kunci di sidang paripurna DRN, di hotel Royal Heritage Surakarta, selasa (9/8).

Menristekdikti Mohamad Nasir juga hadir sebagai pembicara kunci dan membuka secara langsung Seminar Nasional dengan tema Sinergi Pendidikan Tinggi, Riset dan Bisnis Melalui Inovasi untuk Daya Saing Bangsa.

“Riset penting bagi suatu bangsa, menjadi tidak penting jika dilakukan tanpa agenda,” ujar Ketua DRN Bambang Setiadi dalam sambutan pembukaannya.

Sementara itu, Menteri Nasir berharap, sidang paripurna DRN menghasilkan rumusan-rumusan riset Indonesia. “Dengan adanya sidang paripurna DRN, dapat menghasilkan rumusan-rumusan riset Indonesia supaya menjadi Inovasi, mari kita gelorakan inovasi,” ajak Menristekdikti pada peserta seminar.

Presiden RI ke 3 yang memiliki nama lengkap Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie ini memberikan imbauan untuk riset di Indonesia. “Dimulai pada akhir, dan berakhir pada awal,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, B.J. Habibie juga mendapatkan penghargaan dari DRN dan Lembaga Eijkman sebagai Bapak Pendiri Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. (Nur Firlyta/RistekdiktiTV)