BANDUNG – Ferch Armadeiras adalah nama tim dari Telkom University yang membuat robot Arjuna. Arjuna adalah robot yang diikutsertakan pada lomba “Kontes Robot Indonesia” (KRI) di divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (Berkaki), yang sudah mulai dibuat dari tahun 2011 dengan nama Pongpongan. Robot Arjuna yang diikutsertakan pada KRI tahun 2016 dibuat oleh 5 orang Mahasiswa Telkom University dari Lab “Electronics and Intelligence Robotic Research Group” yaitu Fareza Rizky Ramadhan , Dewa Satria Irawan , Aditya Putra Laksana , Amar Ma’ruf, dan Swido Gari Tidargo.

Arjuna ialah robot berkaki 6 yang dirancang agar dapat bermanuver didalam lapangan untuk menemukan dan memadamkan api pada salah satu ruangan, dengan menggunakan algoritma yang telah ditentukan. Arjuna menggunakan Servo AX-12a sebagai actuator (kaki) sebanyak 18 buah, dengan 3 buah servo pada masing masing kaki. Sensor yang digunakan pada Arjuna untuk melakukan navigasi adalah sensor Ultrasonic, sensor difungsikan sebagai pendeteksi jarak antara robot dengan dinding agar dapat mengelilingi lapangan dan memasuki ruangan. Selain sensor Ultrasonic, Arjuna menggunakan sensor Infrared yang difungsikan sebagai pendeteksi obstacle (boneka) yang menghalangi robot. Arjuna juga memiliki sensor compass yang digunakan untuk mengetahui arah mata angin.

Arjuna dilengkapi 2 jenis sensor pendeteksi api. Sensor pertama ialah UV-TRON, sensor ini berfungsi untuk mendeteksi ada atau tidaknya api didalam ruangan, sensor ini memiliki kelebihan  dari segi jarak jangkau yang mencapai radius 5 meter, namun sensor ini memiliki kekurangan dari segi keakuratan letak titik api dalam ruangan.  Sensor kedua adalah Thermal Array, sensor ini berfungsi untuk mengetahui titik api dengan akurat dalam ruangan, sensor ini memiliki kelebihan dari segi keakuratannya dibanding sensor UVTron namun sensor memiliki kekurangan dari segi jarak jangkau yang hanya dapat mendeteksi api kurang dari 2 meter.

Arjuna sendiri dibekali tegangan 12 V untuk untuk menggerakan servo AX-12a, sensor UV-TRON (Hamamatsu), dan Pompa Air. Untuk sensor lainnya seperti: Ultrasonic, infrared, Thermal array, dan lain lain menggunakan sumber tegangan sebesar 5 volt. Robot juga menggunakan 2 buah baterai Li-Po (Lithium Polymer) sebagai sumber tegangan, baterai pertama ditujukan kepada actuator dari robot itu sendiri dan baterai kedua lebih di arahkan kepada system robot. Arjuna menggunakan mini PC sebagai pengendali robotnya (otak), mini PC yang kami gunakan adalah Cubie Board.

Robot akan memadamkan api dengan cara menelusuri lapangan terlebih dahulu menggunakan sensor ultrasonic, tujuannya adalah untuk menemukan sebuah ruangan. Setelah memasuki ruangan, sensor yang berfungsi ialah UV-TRON dengan cara mengecek apakah di ruangan tersebut terdapat api atau tidak. Jika tidak robot akan keluar dari ruangan itu dan kembali mencari ruangan lain, jika ruangan tersebut ada api di dalamnya lalu sensor thermal array yang akan mencari titik api dengan akurat. Jika titik api sudah ditemukan dengan akurat, maka air akan di pompa dan di semprotkan ke titik api. Setelah menyemprotkan air, robot akan mengecek apakah masih ada api dalam ruangan jika masih ada robot akan tetap berada di ruangan dan mencari api dan jika titik api sudah tidak ditemukan robot dapat keluar dari ruangan dan kembali ke tempat awal start menggunakan sensor compass.

Arjuna merupakan salah satu dari sekian banyak robot karya mahasiswa Telkom University yang dipamerkan pada Bandung ICT Expo dan ANJA 2016 di Telkom University Convention Hall, 19 – 21 Oktober 2016.