Washington DC Maret 3.

Sekitar 100 orang atau lebih hadir dalam perayaan Asian Festival Musim Semi Budaya Asia Tenggara pada awal Maret tahun ini.  Acara yang diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa dari Yale Southeast Asia Studies Program mendapatkan sambutan meriah dan antusias penonton yang memadati Luce Hall pada Jum’at sore itu.

 img_8458

Acara yang bertajuk Yale Southeast Asian Spring Cultural Festival menampilkan suguhan pertunjukan kontemporer dan tradisional, tari daerah, musik, lagu, puisi, pakaian, seni dan kerajinan, termasuk juga kuliner prasmanan Asia Tenggara, meliputi Thailand, Indonesia, Vietnam dan Burma.

Pertunjukan dibuka dengan tampilan tarian kipas dari  Vietnam, kemudian masyarakat Karen dari Hartford menyanyikan lagu-lagu Burma. Dinny Aletheiani, staf pengajar dari Indonesia yang juga penyelenggara festival menyatakan senang dan selalu bersemanat mengorganisir acara, berbagi informasi kebudayaan Indonesia, tampil dengan mahasiswa dan anggota masyarakat. Selain itu, menurut Dinny, ia memiliki kesempatan untuk bekerja secara khusus dengan murid muridnya, bahkan di luar kelas Bahasa Indonesia, yang sangat bersemangat untuk berlatih dan tampil dalam festival

fest10_b

Di puncak acara, mahasiswa peserta kelas Bahasa Indonesia yang telah belajar bermain angklung menyajikan beberapa lagu dengan paduan angklung. Setelah itu, penonton diajak untuk bermain angklung interaktif, memainkan lagu bersama-sama, ‘saya sangat menikmati permainan angklung inetraktif ini” kata Jon Bezney (18) salah seorang mahasiswa. Dalam penjelasannya Tricia Sumarijanto, seorang instruktur di House of Angklung Washington DC mengatakan, bahwa angklung merupakan instrumen yang berfokus pada kerjasama tim, yang membutuhkan komitmen dan disiplin, agar musik yang dihasilkan menjadi indah dan enak dinikmati.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Ismunandar, menyebutkan bahwa mendukung pengajaran Bahasa dan Kebudayaan Indonesia merupakan salah satu program penting di KBRI/KJRI. Program di Universitas Yale ini sangat unik karena pengajaran bahasa dan budaya Indonesia dipadukan dengan erat pungkasnya. (atd)