Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) saat ini masih mendapatkan pandangan miring dari masyarakat, karena masih banyak masyarakat berpendapat bahwa kunjungan kerja luar negeri dapat menghamburkan banyak biaya Negara.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im, mengingatkan Perguruan Tinggi untuk melakukan efisiensi dalam melaksanakan perjalanan dinas luar negeri, dalam acara ‘Sosialisasi Mekanisme Perjalanan Dinas Luar Negeri’ yang dilakukan pada hari Selasa, 11 Juli 2017 di Kemenristekdikti.

“Perjalanan dinas luar negeri perlu di evaluasi dan diperlukan efisiensi dalam melaksanakannya.Perlu dikaji secara mendalam aspek manfaat, substansi dan dampaknya bagi suatu institusi dan prioritas pembangunan nasional”. Selanjutnya, Ainun Na’im juga berpesan kepada petugas administrasi yang mengurus para pemimpin atau pejabat dalam melaksakan perjalanan dinas luar negeri, untuk berani menghimbau para Pimpinannya, jika melihat bahwa agenda dan program kunjungan kerja di luar negeri dirasa tidak terlalu penting dan masih dapat diefisienkan.

Ainun Na’im mengatakan intinya “jangan sampai keanggotaan Indonesia di forum Internasional penting seperti ASEAN, APEC dan lainnya, maupun pertemuan bilateral penting terlewatkan, sehingga tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Akan tetapi jangan juga menghadiri forum Internasional atau melaksanakan kunjungan kerja ke luar negeri untuk hal-hal yang tidak penting.

Acara sosialisasi yang bertempat di Auditorium Gedung D, Kemenristekdikti, Jakarta (11/7) ini, dihadiri perwakilan dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) yang meliputi wilayah Jawa dan Madura.

Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi mengatakan bahwa ‘Indonesia tidak berdiri sendirian dibumi ini dan benar bahwa Indonesia tidak bisa terlepas dari hubungan Internasional dengan mitra asing. Akan tetapi harus juga dipertimbangkan agar hubungan internasional tersebut diarahkan kepada program-program prioritas nasional – pembangunan Indonesia. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk menginformasikan bahwa saat ini sudah tersedia sistem ‘online’ SIMPLE dari Kementerian Sekretariat Negara, yang memudahkan aplikasi dokumen perijinan dinas luar negeri.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pihak yang bertanggung jawab untuk ijin perjalanan dinas ke luar negeri di lingkungan Kemenristekdikti, Perguruan Tinggi dan Kopertis, dalam *mempersiapkan dokumen, mengikuti seluruh prosedur dan administrasi yang dibutuhkan* untuk perizinan perjalanan dinas luar negeri.

“Kegiatan sosialisasi ini bukan yang terakhir, karena sebelumnya telah diselenggarakan di Padang untuk seluruh perguruan tinggi di Sumatera dan hari ini Selasa 11/7/2017, untuk Perguruan Tinggi se Jawa. Selanjutnya akan ada sosialisasi di wilayah-wilayah lain di Indonesia, tutur Nada pada sambutannya.

Sesjen Ainun Na’im juga berharap bahwa dengan sosialisasi ini, kedepannya sudah ada prosedur yang dapat berjalan dengan cepat serta efisien, untuk dapat diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi yang berada dibawah koordinasi Kemenristekdikti.

“Jangan sampai tidak bisa memanfaatkan agenda Internasional yang penting untuk Indonesia. Jangan sampai kegiatan yang penting malah terlewat hanya karena izin dan prosedur terlambat. Jangan sampai setelah berangkat, kepartisipasian delegasi malah menjadi masalah, karena proses izin dan prosedur tidak dapat dipertanggung jawabkan. Perlu juga dipertimbangkan partisipasi Delegasi RI hanya difokuskan pada program dan agenda Internasional yang penting. Jangan sampai, Delegasi RI melakukan kunjungan kerja ke LN yang tidak penting, sehingga tidak dapat menghasilkan ‘output’ ataupun ‘deliverable’ yang berguna bagi Indonesia. Semua harus berjalan secara efisien,” ucap Ainun Na’im.

Adapun pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Republik Indonesia juga hadir menjadi narasumber utama pada Sosialisasi Mekanisme Perjalanan Dinas Luar Negeri ini memaparkan tentang kebijakan umum dan mekanisme perijinan perjalanan dinas luar negeri, secara detail kepada peserta yang hadir, dengan dimoderatori oleh Tri Sundari Kepala Bagian Kerjasama Kemenristekdikti. (ard)