Bela Negara pembangunan karakter melalui kurikulum pendidikan yang diterapkan dibentuk untuk mengontrol tindakan yang menyimpang dari segi sosial dan hukum. Pada dasarnya, pendidikan karakter melalui Bela Negara berbeda karena karakternya diperkuat dengan pemikiran rela berkorban dan Bela Negara.
Hal itu diungkapkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang BR saat mendampingi peserta Bela Negara mahasiswa Afirmasi Dikti (ADik) Papua dan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (UNNES), di Magelang (8/1).
Kegiatan atas kerjasama UNNES dan Rindam Magelang bertujuan membangun sikap Bela Negara perlu dilakukan guna menghadapi ancaman baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri yang membahayakan dan mengancam kedaulatan, baik kedaulatan di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan negara.
Pembangunan Karakter Konservasi
Dalam waktu yang sama staf ahli bidang kemahasiswaan Parmin SPd MPd menyampaikan Bela negara ini juga bertujuan mengajar bagaimana harus bersikap dan mempunyai perilaku warga negara yang cinta pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara.
Ia menambahkan, sebagai universitas yang berwawasan konservasi mahasiswa UNNES harus mempunyai nilai-nilai karakter dalam konservasi diantaranya inovatif, kreatif, peduli, humanis, inspiratif, jujur, adil, dan sportif.
Salah satu peserta Bela Negara dari program ADik Papua Kristianty Dahoklory mengatakan, Bela Negara ini sangat menyenangkan dan menumbuhkan rasa bangga menjadi anak Indonesia. Kita harus tahu negara ini punya kita dan memiliki kita.