Bandung – Belmawa. Setelah dinyatakan lolos dari serangkaian kegiatan Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Regional pada 4 – 25 Mei 2017, sebanyak 93 tim mulai melakukan persiapan untuk kembali berkompetisi dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional 2017. Jumat lalu (7/7), seluruh peserta sudah mematangkan persiapan untuk bertanding esok harinya di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia.

Tim yang berpartisipasi dalam KRI Tingkat Nasional 2017 merupakan perwakilan dari 48 Perguruan Tinggi di Indonesia, yang terbagi ke dalam lima (5) divisi.

Divisi pertama adalah Kontes Robot ABU Robocon Indonesia (KRAI). KRI Tingkat Nasional untuk divisi ini diikuti oleh 24 tim.

KRAITema KRAI 2017 adalah “Lempar Cakram”, selaras dengan tema ABU Robocon 2017, yaitu “The Landing Disc“. Pada kontes ini robot melempar cakram (disc) menuju tempat pendaratan (spot). Pemenangnya adalah tim yang dapat mencapai “APPARE!”.

Divisi kedua adalah Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki. KRI Tingkat Nasional untuk divisi ini diikuti oleh 21 tim.

KRPAITema KRPAI 2017 adalah “Robot Cerdas Berkaki Pemadam Api”, yang mengacu pada tema Trinity College International Robot Contest – TCIRC. Dalam kontes ini, sebuah robot dengan penggerak kaki secara mandiri bergerak di lapangan yang mensimulasikan rumah untuk menemukan dan memadamkan api lilin.

Divisi ketiga adalah Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda. KRI Tingkat Nasional untuk divisi ini diikuti oleh 24 tim.

KRSBI BerodaKRSBI Beroda merupakan pengembangan dari KRPAI Beroda. Aturan kompetisi mengacu pada RoboCup Middle Size League (MSL). Dalam kompetisi ini, robot bermain futsal di lapangan seluas 6 x 9 meter. Sensor yang digunakan harus berada pada robot. Artinya, tidak ada sensor yang diletakkan di luar robot (tidak ada kamera di atas lapangan).

Divisi keempat adalah Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid. KRI Tingkat Nasional untuk divisi ini diikuti oleh 8 tim.

KRSBI HumanoidKRSBI Humanoid adalah Liga Sepak Bola Robot Humanoid (RoboSoccer Humanaoid League) yang mengacu pada cita-cita organisasi RoboCup International, yaitu pada 2050 mampu mencetak tim sepak bola robot yang mampu melawan tim juara dunia sepak bola.

Divisi terakhir adalah Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). KRI Tingkat Nasional untuk divisi ini diikuti oleh 16 tim.

KRSTIKRSTI menampilkan robot-robot humanoid yang dapat menirukan gerakan seni tari dan budaya Indonesia. Tema KRSTI tahun ini adalah “Robot Penari Gending Sriwijaya”. Dalam kontes ini, robot menggerakkan tubuhnya sesuai dengan irama, dengan memperlihatkan gerakan-gerakan wajib sesuai dengan tema.

Seluruh tim akan berjuang memperebutkan gelar juara pada Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional 2017 yang diselenggarakan pada 8 – 9 Juli 2017. (DRT/Editor/HKLI)