Jakarta-Sebanyak 746 calon mahasiswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) tahun 2015 diterima di 39 universitas/institut dan 10 politeknik negeri di Indonesia. Mereka terdiri dari 434 calon mahasiswa yang berasal dari Provinsi Papua dan Papua Barat dan 312 calon mahasiswa dari daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (3T). Seleksi ADik dilakukan di provinsi Papua dan Papua Barat serta 11 provinsi daerah 3T. Total pendaftar yang mengikuti seleksi adalah 2.179 orang terdiri dari 1.333 pendaftar dari Papua dan Papua Barat serta 846 pendaftar dari daerah 3T.

Beasiswa ADik diberikan sebesar Rp.16.800.000,- setiap mahasiswa per tahun, yang dibayarkan setahun 2 kali setiap awal semester, dengan peruntukan Rp.2.400.000,- untuk bantuan biaya penyelengaraan pendidikan yang akan diberikan langsung ke perguruan tinggi, dan Rp.6.000.000,- merupakan bantuan biaya hidup yang akan diberikan langsung ke mahasiswa penerima beasiswa ADik.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad mengatakan tahun 2015 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyediakan kuota 900 mahasiswa untuk beasiswa ADik dengan anggaran sebesar Rp 39.716.400.000,-.

Beasiswa ADik adalah program keberpihakan pemerintah pusat untuk daerah-daerah 3T sebagai upaya percepatan dan pemerataan untuk memperoleh akses pendidikan tinggi yang baik untuk putra-putri asli Papua dan daerah 3T. ADik diberikan sejak tahun 2012 dengan tujuan memberikan kesempatan kepada anak-anak asli Papua untuk menempuh pendidikan tinggi di PTN terbaik di luar Papua. Tahun 2013, jangkauan beasiswa ADik diperluas untuk daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan), dan pada awalnya diberikan pada putra-putri asli daerah yang berdomisili di 10 kabupaten/kota daerah 3T di propinsi Kalimantan Barat untuk studi lanjut di 10 PTN di Jawa.

Tahun 2014 beasiswa ADik selain masih diberikan untuk putra-putri asli Papua, untuk daerah 3T diperluas jangkauan wilayahnya menjadi 6 propinsi, yang meliputi : Kalimantan Barat, Aceh, NTT, Maluku, Kalimantan Utara, Jawa Barat. Sedangkan untuk tahun 2015 diperluas kembali menjadi 74 kabupaten/kota yang berada di 11 Propinsi, meliputi Aceh, Kalimantan Utara, Maluku, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sampai tahun 2015, beasiswa ADik sudah diberikan kepada 1.487 mahasiswa, terdiri dari 1.218 mahasiswa putra-putri asli Papua yang menempuh pendidikan di 39 PTN di luar Papua, dan 269 mahasiswa putra-putri asli daerah 3T yang sedang menempuh pendidikan tinggi di 10 PTN di Jawa. Tahun 2015 telah dialokasikan sebanyak 900 mahasiswa untuk beasiswa ADik yang akan didistribusikan kepada 500 untuk putra-putri asli Papua, dan 400 untuk putra-putri asli Daerah 3T.