PANGKEP – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong Politeknik Pertanian Negeri Pangkep sebagai Politeknik unggulan di bidang pertanian dan perikanan. Hal ini disampaikan M. Nasir saat mengunjungi Politeknik Pertanian Negeri Pangkep pada Rabu (9/8).

Sebagai politeknik unggulan, proses pendidikan di Politani Pangkep harus mampu meningkatkan kualitas dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul di bidangnya.

“Harapan saya lulusan Politeknik Tani yg ada di Pangkep ini saat lulus tidak hanya mendapatkan ijazah namun juga memiliki sertifikat kompetensi”, tekan M. Nasir.

Untuk itu Nasir meminta Direktur Politani Pangkep untuk mengeratkan jalinan kerja sama dengan industri khususnya industri yang berpotensi sebagai pengguna lulusan. Sehingga lulusan Politani Pangkep bisa langsung dapat diserap oleh industri.

Pada kesempatan tersebut Menristekdikti juga menyatakan kegembiraannya terhadap inovasi yang dihasilkan oleh Politani Pangkep. Salah satunya adalah kemampuan Politani Pangkep melakukan penebaran benih udang vaname saat ukuran masih dalam klasifikasi PL10.

“Pada umumnya benih udang jenis vaname ini ditebar oleh petani tambak pada saat ukuran PL15 – PL20. Tapi Politeknik Pertanian Pangkep bisa menebar benih saat ukuran PL10. Ini inovatif,” jelasnya.

Nasir dalam kesempatan itu didampingi Sesjen Kemristekdikti Ainun Naim, Dirjen Belmawa Intan Ahmad, Dirjen Kelembagaan Patdono Suwignjo, Staf Ahli bidang Infrastruktur, Wakil Bupati Pangkep serta pejabat teras Kemristekdikti melakukan penebaran simbolis 5.000 benih udang vaname pada tambak pendidikan seluas 800 meter persegi. Tambak ini merupakan areal praktik bagi mahasiswa semester 5. Penebaran benih ini merupakan bagian dari rangkaian Hakteknas ke-22 yang akan jatuh pada tanggal 10 Agustus esok hari. (MSF)