JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir memberikan kuliah perdana bagi para mahasiswa baru Akademi Televisi Indonesia (ATVI) di Studio 5 Indosiar, Rabu (31/08). Pada kesempatan tersebut, Nasir menjelaskan akan pentingnya pendidikan Politeknik bagi kemajuan bangsa. Namun, masih ada beberapa hal yang akan di ubah oleh Kemensitekdikti agar Politeknik melahirkan sumber daya yang siap kerja. “Politeknik di tanah air masih menghasilkan tenaga yang siap latih, tapi kini industri butuh yang langsung siap kerja,” jelasnya. Nasir juga berkata, latar belakang pembangunan infrastuktur dan industri di Indonesia, sumber daya yang dibutuhkan sekarang adalah tenaga yang terampil, terlatih, dan terdidik dalam jenjang kebiasaan atau kesiapan secara kompetensi. “Maka dari itu kami akan melakukan revitalisasi. Hal ini dilakukan agar meningkatkan relevansi pendidikan Politeknik dengan kebutuhan industri supaya kalau disuruh kerja A, B, C, atau D, sudah bisa dan siap,” ungkapnya Sebagai salah satu politeknik dalam bidang broadcast, Menristekdikti meminta ATVI untuk segera melakukan sertifikasi. “Apabila hal tersebut sudah dilakukan, Pendidikan Tinggi lain yang akan buka program studi broadcast akan menjadikan ATVI sebagi rujukan,” ujar Nasir. Salah satu revitalisasi yang dilakukan Kemenristekdikti adalah meningkatkan kualitas dosen di Politeknik. “Dosen di Politeknik tidak cukup memiliki kemampuan di bidang akademis saja, kompetensi juga harus dimiliki,” kata Nasir. Maka dari itu, Menristekdikti akan melakukan model campuran. Pengajar di Politeknik ada yang berasal dari akademis dan industri. Dosen yang memiliki kompetensi besar walaupun masih memegang gelar S1 dapat mengajar di Politeknik. Harapannya adalah agar Indonesia siap menghadapi era globalisasi dan kebutuhan pasar. “We are not the first, but the best,” pesan Nasir di akhir acara. (Dzi/lry)