Kebutuhan kerjasama riset dan publikasi internasional sudah sangat mendesak. Hal ini disadari oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. Kamis (13/7), Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Riset LPPM PTN Jawa Timur sukses terselenggara di Gedung Pusat Riset ITS. Sebanyak 59 peneliti perwakilan dari sepuluh perguruan tinggi negeri (PTN) menghadiri acara tersebut. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pertemuan sepuluh ketua LPPM di bawah Paguyuban Rektor Jawa Timur, Juni lalu.

“Ada sepuluh grup bidang riset yang masing-masing diketuai oleh sepuluh perguruan tinggi yang bergabung,” ungkap Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT, Ketua LPPM ITS dalam sambutannya.

Kesepuluh perguruan tinggi tersebut diantaranya adalah Universitas Negeri Jember mengetuai riset bidang mocaf singkong, Universitas Negeri Surabaya dengan bidang Budaya Literasi, Universitas Airlangga yang mengetuai bidang Blastocystosis, Universitas Brawijaya untuk bidang Material Maju, serta Universitas Negeri Malang pada bidang Learning Innovation.

Selanjutnya terdapat UPN Veteran Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, UIN Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, serta ITS. Masing-masing secara berurutan mengetuai bidang Energi Bomassa, Varietas Jagung, Pariwisata Pantai Selatan, Pengembangan Daerah Pesisir Surabaya, dan Manajemen Energi untuk Smart City.

Digelar perdana, program Kolaborasi Riset ini merupakan amanah dari Paguyuban Rektor Jawa Timur demi mengejar publikasi ilmiah internasional bersama. Khususnya untuk bidang-bidang yang menjadi potensi perkembangan substansial provinsi terbesar di Pulau Jawa ini.

“Salah satu bidang yang paling diminati yakni bidang Blastocytosis,” tutur Adi. Dosen Departemen Teknik Elektro ini menambahkan, “Bidang yang beranggotakan sebelas orang ini sedang gencar dijadikan topik penelitian,” ungkapnya. Hal ini karena bidang tersebut dapat dikaji dari berbagai sisi.

“Kami menargetkan kesepuluh bidang riset ini bisa mengajukan proposal pendanaan melalui DRPM Ristek Dikti sehingga dapat langsung direalisasikan pada 2018,” harap Adi. (RilisHumas ITS)